Analis: Jeremy Mikael
PGEO memulai 2025 dengan kinerja yang relatif stabil, meski ada sedikit tantangan. Produksi listrik di 1H25 naik tipis +1,6% y-y menjadi 2.416 GWh. Harga jual listrik sedikit turun, sementara biaya produksi naik, sehingga keuntungan core tercatat USD78,5mn (-7% y-y). Meski begitu, margin tetap sehat di 59%, menunjukkan PGEO mampu menjaga performa sambil menyiapkan ekspansi besar ke depan. Lalu gimana proyek dan ekspansi ke depan?🤔 Yuk simak info terhangat dari PGEO di bawah ini:
🚀 Proyek & MoU Strategis
MoU dengan PLN & Danantara mengamankan 530MW proyek, dengan 405MW sudah memiliki PPA, memberikan visibilitas eksekusi dan kepastian pendapatan. Inisiatif co-generation binary plant diproyeksikan menambah 10–15% kapasitas dengan biaya lebih rendah (USD3–3,5mn/MW vs. USD5–5,5mn/MW).
🔋 Ekspansi Bisnis & Keuangan
PGEO menjajaki green hydrogen (Ulubelu 100kg/hari, COD 2026E) dan green ammonia untuk membuka revenue stream baru. Dengan cash USD712mn & gearing 0,4x, PGEO punya ruang tambahan utang USD1,2–1,3bn guna mendanai capex USD5–6bn hingga 2033, didukung cash flow internal & potensi partnership strategis.
⚠️ Risiko utama: risiko eksekusi proyek, perubahan kebijakan pemerintah, biaya pembiayaan meningkat, serta fluktuasi harga listrik dan mata uang.
📝 PDF Full: BSPGEO0825
Disclaimer:
Keputusan Membeli dan Menjual menjadi tanggung jawab pribadi.
Regards,
Investment Specialist