Analis: Jeremy Mikael
ASII melaporkan laba bersih 1Q25 sebesar IDR6,9tn (-15,4% q-q; -7,1% y-y), hanya memenuhiĀ 23/21% dari estimasi kami/konsensus.Ā Kinerja lemah terutama berasal dari segmen HEMCE (UNTR; 59,5% kepemilikan) dengan laba bersih IDR1,96tn (-19,3% q-q; -30% y-y).Ā Sementara itu,Ā segmen otomotif relatif tangguhĀ dengan kontribusi laba bersihĀ IDR2,73tn (+0,2% q-q; -0,8% y-y), ditopangĀ perbaikan bisnis suku cadang dan after-salesĀ meski penjualan 4W menurun.
šĀ Outlook Industri & Strategi Baru
Manajemen kini memperkirakanĀ wholesales nasional 2025 di 820ā860k unitĀ (turun dari 860ā900k unit), denganĀ market share ASII diproyeksikan stabil.Ā Strategi kunci adalah meluncurkan model hybrid mass-market baru, diperkirakan Veloz/Avanza Hybrid dengan konfigurasi 7-seater dan harga sesuai daya beli lokal.Ā NJKB Toyota Veloz HybridĀ bahkan sudah tercatat dalamĀ Permendagri No. 8/2024.
š„Ā Pilar Bisnis Kesehatan Mulai Berkembang
Segmen kesehatan mulai menunjukkan hasil positif. Heartology, rumah sakit kardiovaskular milik ASII, mencatatĀ lonjakan pasien ~50% y-y di 1Q25, denganĀ utilisasi masih <50%. Hal ini membukaĀ ruang pertumbuhan besarĀ mengingat pasar kardiovaskular Indonesia yang luas.
šĀ Revisi Forecast & Target Harga
Kami menurunkan proyeksi FY25/26 seiring penyesuaian kinerja UNTR.Ā Target harga 12 bulan direvisi ke IDR5.400 (dari IDR5.600), tetap denganĀ rekomendasi BUYĀ karena potensi upsideĀ 11,8% dari harga terakhir. Selain itu,Ā final dividend IDR308/saham (yield 6,4%)Ā akan diputuskan pada RUPST besok (8 Mei 2025).
ā ļøĀ Risiko utama:Ā penjualan 4W/2W lebih rendah dari ekspektasi, keterlambatan peluncuran model baru, serta harga komoditas yang lebih lemah untuk HEMCE dan agribisnis.
šĀ Full PDF:Ā BSASII0825
āļøĀ Disclaimer On
Keputusan membeli dan menjual menjadi tanggung jawab pribadi.
Regards
Investment Specialist