Jakarta, 4 Februari 2026 – PT Bahana Sekuritas melaksanakan kegiatan company visit ke PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bahana Sekuritas dalam memperkuat literasi pasar modal serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada investor terhadap kinerja dan prospek emiten.
Company visit ke IPCC ini merupakan inisiatif kerjasama antara Bahana Sekuritas bersama komunitas Realfunders,yang merupakan komunitas investor dan trader saham. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung model bisnis, proses operasional, strategi pengembangan, serta prospek jangka panjang PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi berbasis pemahaman fundamental yang mendalam.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka, menjadi wadah pertukaran perspektif antara manajemen perusahaan dan pelaku pasar modal. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama IPCC – Sugeng Mulyadi, Direktur Operasional PT Bahana Sekuritas – Suryadi Adipranata, Head of Investment Specialist PT Bahana Sekuritas – Christy Maryani, Head of Retail Marketing and Product Development Henan Asset Management – Haritcha Pahlawati, serta lebih dari 40 anggota komunitas Realfunders. Para peserta antusias untuk memahami bagaimana IPCC menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengelolaan terminal kendaraan yang modern, efisien, dan bertanggung jawab.
Dalam sesi pemaparan, perwakilan dari Henan Asset Management menekankan pentingnya pendekatan investasi yang terukur dan berkelanjutan. “Dalam berinvestasi, kami selalu menekankan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan: berpegang pada prinsip jangka panjang, bersikap adaptif terhadap dinamika pasar melalui re-profiling yang tepat, mengedepankan analisis fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan, serta membaca momentum dengan bijak—mengikuti peluang yang dibuka pasar, bukan berusaha melawannya,” ujar Haritcha.
Sementara itu, Suryadi Adipranata dalam sambutannya menyampaikan bahwa strategi investasi yang tepat harus berlandaskan visi jangka panjang yang mengedepankan kualitas dan stabilitas. “Portofolio perlu tetap fleksibel untuk menangkap peluang ketika kondisi membaik, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat, neraca yang sehat, serta tata kelola perusahaan yang baik. Disiplin terhadap valuasi dan manajemen risiko menjadi kunci di tengah ketidakpastian, sembari terus memantau indikator makro dan pasar untuk melakukan rotasi strategi secara tepat waktu,” jelas Suryadi. Ia menambahkan bahwa IPCC merupakan emiten yang menarik untuk dikunjungi, mengingat harga saham IPCC sempat mengalami tekanan signifikan, namun berkat manajemen yang solid dan fundamental yang kuat, kinerjanya mampu pulih hingga hampir menyentuh harga IPO pada tahun 2025.
Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi menyampaikan optimisme perusahaan dalam menghadapi tahun 2026. “Setelah mengarungi tahun 2025 yang cukup menantang, dengan mengusung konsep Integrated Auto Solutions, kami akan terus berupaya memenuhi ekspektasi para pemegang saham, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk menjadikan IPCC semakin baik di tahun 2026,” ujar Sugeng. Selain mengoperasikan terminal kendaraan di Jakarta, IPCC saat ini juga telah mengelola terminal kendaraan satelit di Belawan, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar yang terintegrasi melalui sistem PTOS-C, dengan standar layanan yang konsisten di seluruh jaringan operasional.


